disclaimer: mungkin setelah membaca tulisan gw ini lo akan menganggap gw musrik, naif, bodoh, bego, atau apalah. tapi ini tulisan gw dan buah pikiran gw. kalo lo jadi benci sama gw artinya lo sama aja nggak punya nurani buat menghargai orang lain yang dimana kalo nggak bisa menghargai orang lain itu bisa timbul pertanyaan dari gw: buat apa lo punya agama kalo menghargai orang lain aja nggak bisa? bukankah agama mengajarkan kita untuk mengasihi/menghargai sesama?
———————————–
lagu ‘englishman in newyork’ – sting melengking di telinga.
bagian refrain: ‘I’m an alien, im a legal alien. i’m an englishman in new york.’
lagunya selesai, gw jadi mikir.
orang Inggris aja ngerasa jadi alien di New York, US of A.
padahal bahasanya sama2 inggris.
apa yang beda? cuma aksen?
tuh kan, sedikit perbedaan aja bisa membuat seseorang nggak nyaman berada di suatu tempat yang memperlakukan dirinya berbeda.
kenapa?
apa karena manusia ini tidak terbiasa dengan perbedaan?
kenapa tidak bisa menerima perbedaan?
apakah karena masalah sedari dulu kita sudah memanggil Tuhan yang Satu, Esa dengan banyak nama.
kita memanggil-Nya Tuhan, Allah, Bapa, Gusti Pangeran, Gusti Allah, Elia, Eloi, dan lain lain.
sebelumnya gw mau mempersempit bahasan tentang perbedaan ini di masalah institusi religi: agama.
menurut gw agama adalah hasil akhir dari intepretasi manusia – manusia beradab terhadap wahyu dan firman – firman Tuhan di berbagai jaman dan tempat. makanya ada berbagai macam Agama. dari yang bener sampe yang (katanya) sesat. tergantung intepretasi.
karena yang mengintepretasi adalah manusia. pastinya tidak ada agama di dunia ini yang sempurna.
karena manusia adalah makhluk hidup yang individual dan subjektif dan dari subjektivitas manusia – manusia yang sepakat membentuk objektivitas.
timbul lagi pertanyaan:
buat apa ada agama?
ya buat mengatur manusia menjadi tidak serampangan dalam menjalani hidup.
untuk membuat manusia semakin beradab.
berarti tujuan agama ada itu untuk membuat manusia semakin beradab?
tepat.
bagi gw agama itu seperti lembaga yang membuat peraturan – peraturan yang bisa membuat manusia itu semakin beradab dan tidak makin hancur.
buku – buku peraturan itu dituangkan dalam bentuk Kitab Suci / Alkitab / Al-Quran / Tripitaka / Weda / atau yang lain lain.
memang gw bukan ahli filsafat atau ahli kitab suci.
tapi gw tahu inti dari buku – buku aturan suci itu adalah kita sebagai manusia harus mengasihi sesama kita.
intinya adalah cinta kasih.
the verdict dari faktor perbedaan agama manusia yang gw ambil adalah:
“selama manusia itu masih membeda – bedakan agama dan benci dengan agama – agama lain dan manusia manusia lain dan berakibat segala bentuk vandalisme, anarkisme dan saling membunuh, manusia itu bisa disebut dengan manusia yang TIDAK PUNYA AGAMA.’
‘buat apa punya agama kalo lo masih membeda – bedakan manusia?’
Nammo Buddhaya
Allahu Akbar
Halleluya
GBU
-fin-